Jakarta · Kamis, 10 September 2026Cari
WargaKonoha

PLN EPI Pastikan Pengembangan Biomassa Tanpa Deforestasi

PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memastikan pengembangan biomassa untuk program cofiring di pembangkit listrik dilakukan secara berkelanjutan tanpa mendorong deforestasi. Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, menyatakan bahwa perusahaan menerapkan pendekatan Life Cycle Assessment (LCA) untuk mengevaluasi sumber dan rantai pasok biomassa agar memenuhi prinsip keberlanjutan. Sekitar 70 persen biomassa yang digunakan berasal dari residu industri kehutanan, kertas, dan sektor agro untuk menghindari pembukaan hutan baru.

Pada 2025, PLN EPI menyediakan sekitar 2,5 juta ton biomassa dan menargetkan peningkatan menjadi 3,4 juta ton pada 2026. Indonesia memiliki potensi biomassa industri mencapai 80 juta ton per tahun, dengan 20 juta ton sudah dimanfaatkan. PLN EPI menjadi perusahaan terbesar di Asia yang menggunakan biomassa untuk cofiring meski hanya memanfaatkan 2,5 juta ton.

PLN EPI telah melibatkan sekitar 140 perusahaan dalam ekosistem biomassa. Jika pemanfaatan ditingkatkan hingga 8 juta ton, ekosistem ini berpotensi menciptakan lapangan kerja bagi sekitar 750 ribu orang di sektor penyediaan bahan baku, pengolahan, transportasi, dan logistik. Komitmen ini disampaikan dalam Sweden-Indonesia Sustainability Partnership (SISP) Forestry Industry Session di Park Hyatt Jakarta.

Berita terkait