Jakarta · Jumat, 4 September 2026Cari
WargaKonoha

PLN EPI Targetkan Pasokan 3,65 Juta Ton Biomassa untuk 52 PLTU pada 2026

PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menargetkan pasokan 3,65 juta ton biomassa untuk 52 PLTU pada 2026, meningkat sekitar 50 persen dari realisasi 2025 yang mencapai 2,35 juta ton. Hingga 26 Agustus 2026, realisasi pasokan biomassa tercatat sekitar 1,4 juta ton, belum mencapai separuh dari target tahun berjalan. Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, menyatakan bahwa tantangan pengembangan biomassa meliputi ketersediaan bahan baku, kualitas, biaya logistik, dan kesiapan pembangkit. PLN EPI mengembangkan fasilitas pendukung seperti subhub, hub, dan main hub biomassa di beberapa wilayah, termasuk fasilitas dewatering di Ciamis, main biomass hub di Lebak, biomass hub di Tasikmalaya, dan digital marketplace biomassa di Cilacap.

Potensi biomassa Indonesia mencapai sekitar 80 juta ton per tahun, namun hanya sekitar 22 juta ton yang dimanfaatkan. Komisaris Utama PLN EPI, Nikson Silalahi, menekankan bahwa pencapaian target net zero emission pada 2060 membutuhkan keterlibatan seluruh entitas dalam ekosistem kelistrikan, serta kesiapan pasokan biomassa harus sejalan dengan kesiapan pembangkit. Pasokan yang tersedia harus memenuhi standar kualitas agar dapat digunakan optimal oleh PLTU.

Di sisi lain, pengembangan biomassa juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat. Contohnya, program di Gunungkidul yang awalnya ditargetkan 30 hektare, kini berkembang dengan dua kelurahan memiliki bank bibit dengan potensi 30 ribu bibit tanaman. Jika berhasil, pengembangan dapat diperluas hingga 300-400 hektare dan diterapkan di wilayah lain di DIY. Konsep biomassa PLN berbeda dari anggapan penebangan hutan, melainkan melibukan penanaman, panen, dan penanaman kembali.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait