PM Jepang Takaichi: Perdagangan AS Terdampak Akibat Pelemahan Nilai Tukar Yen
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan bahwa perdagangan AS terdampak akibat pelemahan nilai tukar yen. Dalam pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump di New York, Takaichi mengakui bahwa yen yang dinilai terlalu rendah menjadi masalah bagi perdagangan kedua negara. Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama membenarkan bahwa Trump menyampaikan kekhawatirannya terkait lemahnya yen dalam pertemuan tingkat tinggi. Pemerintahan Trump secara terbuka menyoroti kekhawatirannya terhadap pelemahan yen, dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent berulang kali menyarankan agar Bank Sentral Jepang (BoJ) menaikkan suku bunga untuk memulihkan nilai yen. Bessent juga menekankan bahwa prioritas Jepang seharusya adalah melawan inflasi, bukan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Takaichi menegaskan komitmennya untuk mengejar perekonomian yang kuat dan keuangan pemerintah yang berkelanjutan melalui kebijakan fiskal yang bertanggung jawab. Ia menyatakan bahwa Jepang dan AS telah melakukan intervensi bersama di pasar valuta asing untuk mendukung nilai yen, yang merupakan langkah pertama dalam 28 tahun terakhir. Pernyataan Takaichi menunjukkan bahwa kekhawatirannya terhadap dampak pelemahan yen pada ekspor Jepang menjadi faktor mendukung dukungan Washington. Untuk memulihkan kepercayaan pada yen, Takaichi menekankan pentingnya meningkatkan pertumbuhan potensial Jepang melalui investasi besar-besaran dalam manajemen risiko dan kemampasan pasokan.
Bagikan
Berita terkait
Jepang dan AS Bahas Yen, Sepakat Nilai Tukar Terlalu Rendah Jadi Masalah
Liputan6.com · 26 September 2026 pukul 16.30
AS Sebut China Komitmen Impor 10 Juta Ton Batu Bara untuk 2027 dan 2028
kumparan · 26 September 2026 pukul 15.15
AS siap gunakan senjata nuklir untuk bela Jepang, Korsel
ANTARA News · 22 September 2026 pukul 09.47
Bank Sentral Jepang Naikkan Suku Bunga ke Level Tertinggi Sejak 1995
CNN Indonesia · 19 September 2026 pukul 04.30