Jepang dan AS Bahas Yen, Sepakat Nilai Tukar Terlalu Rendah Jadi Masalah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262855/original/080771900_1781850637-YEN_1655100673.jpg)
Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama dan Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengadakan pertemuan daring untuk membahas pelemahan nilai tukar yen. Kedua belah pihak sepakat bahwa nilai yen yang terlalu rendah (undervaluasi) merupakan masalah yang perlu diperhatikan. Pembicaraan ini merupakan tindak lanjut dari diskusi antara Presiden Donald Trump dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi.
Scott Bessent menekankan pentingnya yen yang kuat sesuai fundamental ekonomi Jepang guna menekan risiko inflasi. Di sisi lain, Katayama berharap tekanan penjualan yen yang berlebihan di pasar segera mereda. Kedua negara berkomitmen untuk menjaga komunikasi erat terkait perkembangan pasar valuta asing demi stabilitas ekonomi kedua sekutu tersebut.
Bagikan
Berita terkait
Harga Minyak Dunia Turun Tipis Usai Iran Buka Peluang Akur dengan AS
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 11.53
Harga Minyak Anjlok Lebih dari 4%, Pasar Menanti Kemajuan Perdamaian Iran-AS
kumparan · 22 September 2026 pukul 08.08
Kunjungan Xi disebut ingin membangun hubungan konstruktif dengan AS
ANTARA News · 22 September 2026 pukul 05.19
Rusia Kecam Jepang Terkait Penempatan Rudal AS di Pulau Kyushu
SINDOnews · 19 September 2026 pukul 13.31