PM Thailand Tawarkan Suplai 36 Rantis Amfibi Lapis Baja ke Prabowo
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, mengusulkan perluasan kerja sama industri pertahanan dengan Indonesia. Hal ini diungkapkan saat pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Senin, 3 Agustus 2026. Anutin menawarkan untuk memasok 36 unit kendaraan taktis lapis baja amfibi ATAV (All Terrain Assault Vehicle) untuk Korps Marinir Indonesia. Kendaraan ini saat ini masih aktif digunakan oleh Korps Marinir Kerajaan Thailand.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa kedua negara harus memperkuat kerja sama pertahanan dan keamanan. Dia menyarankan peningkatan jumlah dan tingkat pelatihan bersama antara angkatan pertahanan kedua negara, serta pertukaran perwakilan dalam pelatihan dan pendidikan. Merespons hal itu, Anutin menyatakan bahwa Thailand siap mendukung kerja sama ini melalui suplai kendaraan, latihan gabungan rutin, pertukaran informasi, dan kerja sama keamanan maritim. Anutin juga menyebutkan kegembiraannya atas pertemuan komite tingkat tinggi yang sukses di Bangkok pada Februari tahun ini dan pengalaman Prabowo berlatih dengan pasukan khusus Thailand.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 17.39
5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 17.29
Momen Akrab Prabowo Antar Langsung Kepulangan PM Thailand di Halim
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 16.19
Ancaman China-Rusia-Korut Meningkat, Jepang Perkuat Militer
JPNN.com · 4 Agustus 2026 pukul 15.30
Prabowo dan PM Thailand Tingkatkan Perdagangan hingga Rp 360 Triliun pada 2030
Berita terkait
Ukraina Kerahkan AI SPECTR untuk Deteksi Pasukan Rusia
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 07.28
Beli Alutsista Mahal dari Italia, Pemerintah Indonesia Didorong Maksimalkan Offset
JawaPos · 26 September 2026 pukul 23.16
Menhan Sjafrie Bahas Pengadaan Rafale dan Scorpene dalam Pertemuan dengan Menteri Pertahanan Prancis
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 20.06
Pasukan Asing yang Mendarat di Iran Pasti Akan Dihancurkan, Ini 4 Strateginya
SINDOnews · 24 September 2026 pukul 02.20