Ancaman China-Rusia-Korut Meningkat, Jepang Perkuat Militer
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, menekankan perlunya memperkuat militer Jepang dengan urgensi dan krisis karena meningkatnya ancaman dari China, Rusia, dan Korea Utara. Dalam buku putih pertahanan tahunan, ia menyatakan bahwa kerja sama militer antara negara-negara tersebut semakin mengkhawatirkan. Jepang telah meningkatkan belanja militer, mengembangkan kemampuan serangan balik, serta mencabut larangan ekspor senjata pada April lalu.
Buku putih terbaru mencatat aktivitas militer China yang mengintensif di sekitar Jepang, termasuk insiden pada 2025 seperti manuver pesawat dekat. Jet tempur Jepang dikerahkan 595 kali hingga Maret 2026, dengan 366 misi terkait China dan 214 untuk Rusia, meskipun angka ini turun dari tahun sebelumnya. Masalah produksi domestik juga disoroti sebagai tantangan bagi pengadaan senjata.
Koizumi juga membahas aliansi dengan Amerika Serikat dan kerja sama keamanan dengan negara-negara seperti Filipina, Australia, dan Korea Selatan untuk menjaga Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. Ia menyoroti perlunya ketahanan di kawasan dalam situasi keamanan yang memburuk.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 13.35
Militer Jepang Beradaptasi dengan Perang Gaya Baru, dari Drone Tempur hingga AI
SINDOnews · 6 Agustus 2026 pukul 14.32
Terima Suap Rp146 Miliar, Eks Pejabat Pertahanan Dipenjara 10 Tahun
SINDOnews · 6 Agustus 2026 pukul 06.56
AS Susun Strategi Senjata Nuklir Baru untuk Potensi Perang Melawan Rusia dan China
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 21.30
Korut Panas, Adik Perempuan Kim Jong Un Ancam Jepang
Berita terkait
Taiwan Siapkan 'Neraka Drone' untuk Gagalkan Invasi China
CNBC Indonesia · 9 Agustus 2026 pukul 21.30
Jepang Perkuat Militernya, Adik Kim Jong Un Murka!
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 11.49
Taktik China Menantang Dominasi Amerika
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 15.21
Senator AS Desak Menhan Amerika Pete Hegseth Dipecat, Soroti Krisis di USS Abraham Lincoln
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 14.04