PMI Manufaktur Indonesia Agustus 2026 Turun, Kemenperin Tetap Optimistis
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8462693/original/071453200_1782362800-2__2_.jpg)
Indeks PMI Manufaktur Indonesia Agustus 2026 turun menjadi 49,8 dari 50,2 pada Juli 2026, berada di bawah level ekspansi 50. Penurunan dipengaruhi penyesuaian produksi dan efisiensi tenaga kerja akibat persaingan pasar domestik ketat. Meski demikian, Kemenperin optimistis karena permintaan baru meningkat pertama kalinya dalam tiga bulan dan tingkat optimisme pelaku industri mencapai level tertinggi dalam tujuh bulan. Pemerintah memanfaatkan IEU-CEPA untuk membuka akses pasar Uni Eropa, diharapkan meningkatkan ekspor produk manufaktur seperti tekstil, elektronik, dan kayu beserta turunannya. Kebijakan Pertek juga diterapkan untuk mengontrol impor agar tidak membanjiri pasar domestik.
Bagikan
Berita terkait
IEU CEPA Buka 90% Pos Tarif Jadi Nol, Ekspor Indonesia ke Eropa Makin Mudah
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 18.30
Kemenperin: 22 Subsektor Industri Masih Ekspansi
CNN Indonesia · 1 September 2026 pukul 11.39
Kejar Pertumbuhan Industri 5,86%, Kemenperin Minta Tambahan Rp1,72 Triliun
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 21.19
IKM Tak Dapat Dana Alokasi Khusus di 2026, Menperin Turun Tangan
CNBC Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 21.00