Poles Kondisi BUMN Karya Butuh Biaya Besar, Ini Buktinya!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menyatakan bahwa proses transformasi BUMN Karya membutuhkan biaya besar karena persoalan yang cukup fundamental. Dari tujuh perusahaan BUMN Karya yang dikelola, hanya tiga yang dinilai memiliki kondisi keuangan sehat. Chief Operating Officer BPI Danantara, Dony Oskaria, mengakui bahwa koreksi pembukuan sebesar Rp 135 triliun telah dilakukan untuk memperbaiki kondisi keuangan BUMN Karya. Transformasi ini belum sepenuhnya berjalan karena skala perbaikan yang harus dilakukan cukup besar.
Untuk memperbaiki kondisi BUMN Karya, Danantara membuka peluang pengerucutan menjadi tiga perusahaan saja di masa mendatang. Dony menjelaskan bahwa banyaknya perusahaan BUMN Karya justru menyebabkan risiko dan tidak memberikan nilai tambah. Selain itu, masalah tidak hanya terdapat pada induk perusahaan tetapi juga pada anak-anak perusahaan, sehingga proses penyehatan harus dilakukan secara bertahap.
Danantara menargetkan penyelesaian penataan masalah BUMN Karya akhir tahun 2026. Proses ini akan melibatkan dukungan dari berbagai lembaga pemerintah seperti Kejaksaan Agung, BPKP, Kementerian Hukum, KPK, dan Kementerian Keuangan. Dony menyebutkan bahwa PT Hutama Karya dapat menjadi tolok ukur sebagai BUMN Karya yang relatif sehat, namun perlu hati-hati dalam mengelola bisnis jalan tol, terutama di Sumatera.
Bagikan
Berita terkait
Video: Danantara Jamin 3 BUMN Karya Sehat: Nindya Karya - Hutama Karya
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 11.28
Video: Danantara Larang BUMN Karya Bisnis Selain Konstruksi!
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 11.23
Video: Danantara Ungkap Masalah Utang Rp 180 Triliun BUMN Karya
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 11.15
Utang Tembus Rp180 T, Danantara Siap Perbaiki Kinerja BUMN Karya
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 11.09