Jakarta · Kamis, 27 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Poles Kondisi BUMN Karya Butuh Biaya Besar, Ini Buktinya!

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menyatakan bahwa proses transformasi BUMN Karya membutuhkan biaya besar karena persoalan yang cukup fundamental. Dari tujuh perusahaan BUMN Karya yang dikelola, hanya tiga yang dinilai memiliki kondisi keuangan sehat. Chief Operating Officer BPI Danantara, Dony Oskaria, mengakui bahwa koreksi pembukuan sebesar Rp 135 triliun telah dilakukan untuk memperbaiki kondisi keuangan BUMN Karya. Transformasi ini belum sepenuhnya berjalan karena skala perbaikan yang harus dilakukan cukup besar.

Untuk memperbaiki kondisi BUMN Karya, Danantara membuka peluang pengerucutan menjadi tiga perusahaan saja di masa mendatang. Dony menjelaskan bahwa banyaknya perusahaan BUMN Karya justru menyebabkan risiko dan tidak memberikan nilai tambah. Selain itu, masalah tidak hanya terdapat pada induk perusahaan tetapi juga pada anak-anak perusahaan, sehingga proses penyehatan harus dilakukan secara bertahap.

Danantara menargetkan penyelesaian penataan masalah BUMN Karya akhir tahun 2026. Proses ini akan melibatkan dukungan dari berbagai lembaga pemerintah seperti Kejaksaan Agung, BPKP, Kementerian Hukum, KPK, dan Kementerian Keuangan. Dony menyebutkan bahwa PT Hutama Karya dapat menjadi tolok ukur sebagai BUMN Karya yang relatif sehat, namun perlu hati-hati dalam mengelola bisnis jalan tol, terutama di Sumatera.

Berita terkait