Jakarta · Rabu, 30 September 2026Cari
WargaKonoha

Polusi Udara Tak Cuma Ganggu Kesehatan, Beban Keuangan Warga Ikut Naik

Polusi udara tidak hanya memengaruhi kesehatan, tetapi juga menambah beban keuangan bagi masyarakat dan negara. Direktur Eksekutif ViriyaENB, Suzanty Sitorus, menjelaskan bahwa paparan polusi udara meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga gangguan pada saraf dan jantung. Akibatnya, biaya kesehatan rumah tangga meningkat, sekaligus menambah penggunaan asuransi BPJS Kesehatan yang harus ditanggung negara. Suzanty menekankan bahwa masalah ini akan semakin parah jika tidak ada tindakan nyata untuk mengurangi polusi udara. Ia menyampaikan hal ini dalam acara Evolution Indonesia Forum 2026 pada Rabu, 30 September 2026.

Di Jakarta, sekitar 80 persen polutan dari sektor transportasi berasal dari kendaraan logistik, khususnya truk yang menggunakan bahan bakar mesra (BBM) di bawah standar. Suzanty menyarankan agar pemerintah mempercepat elektrifikasi kendaraan logistik, terutama truk, untuk mengurangi emisi dan meningkatkan kualitas udara. Dengan demikian, dampak negatif terhadap kesehatan dan ekonomi dapat diminimalisir. Elektrifikasi juga diharapkan memberikan manfaat langsung bagi para supir truk yang terpapar udara kotor setiap hari.

Transisi menuju energi bersih, seperti penggunaan kendaraan listrik, dianggap penting untuk mengatasi krisis polusi udara yang ada. Selain mengurangi polutan, langkah ini juga diharapkan mengurangi beban biaya kesehatan bagi masyarakat maupun negara akibat penyakit yang ditimbulkan polusi udara.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait