Prabowo Bicara Permakultur: 10 Tahun Lahan Gundul Ditargetkan Hijau Kembali
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto mendorong penerapan sistem permakultur untuk menghijaukan kembali wilayah yang rusak akibat kerusakan lingkungan. Dalam rapat koordinasi penanganan bencana gempa di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, ia menyatakan bahwa sistem perancangan ramah lingkungan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan dan air. Pemerintah telah membentuk tim gabungan yang melibatkan Universitas Pertahanan (Unhan), Kemendikti Saintek, dan BRIN untuk mempelajari strategi percepatan penghijauan, termasuk studi ke luar negeri. Prabowo menargetkan pembangunan fasilitas perbenihan atau nursery di setiap provinsi dan kabupaten, dengan fokus pada pohon produktif dan tanaman penyedia air. Sistem ini diperkirakan mulai memberikan manfaat dalam empat hingga enam tahun, dan dapat menghijikan lahan gundul dalam kurun waktu 10 tahun. Ia juga menekankan pentingnya edukasi masyarakat, terutama generasi muda, agar menjaga pohon dan hutan sebagai sumber kehidupan. "No tree, no forest. No forest, no water. No water, no life," ujarnya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 26 Agustus 2026 pukul 19.16
Prabowo Minta Jajaran Percepat Penghijauan: No Forest, No Water, No Life
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 17.24
Prabowo Targetkan NTT Hijau dalam 10 Tahun
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 17.10
Pascagempa NTT, Prabowo Minta Penghijauan dengan Target 10 Tahun
Berita terkait
Perluas Gerakan Penghijauan, Nusa Jaya Penanaman Pohon di Sejumlah Wilayah
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 21.01
Perluas Gerakan Penghijauan, Nusa Jaya Tanam Ratusan Bibit Durian di Banyuwangi
JPNN.com · 9 Agustus 2026 pukul 19.05
DLH Kalsel Gandeng BPC Untuk Tanam 600 Bibit Pohon
JPNN.com · 7 Agustus 2026 pukul 11.01
Demi Menindaklanjuti Arahan Presiden, Menhut Perkuat Jaringan Persemaian Bibit
JPNN.com · 2 Agustus 2026 pukul 22.24