Prabowo dan Seni Menjadi Kesatria Cahaya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Artikel ini mengkaji filosofi politik Prabowo Subianto melalui buku 'Kitab Suci Kesatria Cahaya' karya Paulo Coelho. Prabowo mengakui pengaruh buku tersebut dalam mengubah pendekatan politiknya dari konflik keras menjadi rekonsiliasi. Kesatria Cahaya mengajarkan memilih pertempuran, mendengarkan lawan, dan mengubah kekalahan menjadi pelajaran. Prabowo yang kalah Pilpres 2014 dan 2019, akhirnya memenangi 2024 dengan strategi koalisi luas. Buku menekankan pentingnya keseimbangan antara ketegasan dan belas kasihan, tercermin dalam program Makan Bergizi Gratis yang menjangkau 60 juta anak. Filosofi ini juga muncul dalam diplomasi luar negeri Prabowo yang menekankan negosiasi daripada kekerasan. Ujian kepemimpinan selanjutnya adalah mengelola korupsi dan memilih kawan yang andal.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 23 Agustus 2026 pukul 22.51
Budi Arie Tegaskan Hubungan Jokowi dan Prabowo Baik: Stop Adu Domba
kumparan · 23 Agustus 2026 pukul 18.45
PAN Bakal Gelar Rakornas 18 September 2026, Prabowo Direncanakan Hadir
kumparan · 23 Agustus 2026 pukul 10.43
Prabowo dan Jokowi Jadi Saksi Pernikahan Sespri Rizky Irmansyah
Berita terkait
Beda Total dari Prabowo, Ramalan Presiden RI 2029
Warta Ekonomi · 23 Agustus 2026 pukul 21.30
Kode Jokowi ke Prabowo Lewat Duduk Sejajar: Siap di Posisi Terdepan Jika Terjadi Suksesi
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 11.21
Jokowi-Prabowo-Gibran Satu Frame, PDIP Disebut Bisa Percepat Konsolidasi Menuju 2029
JPNN.com · 21 Agustus 2026 pukul 01.27
Haruskan Prabowo Memimpin Pakai Gaya Otoriter? Ini Pendapat Anies Baswedan Soal Gaya Strongman
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 22.15