Prabowo Klaim Investasi Ciptakan 3 Juta Lebih Lapangan Kerja
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa realisasi investasi di Indonesia telah menciptakan lebih dari 3 juta lapangan kerja. Sepanjang 2025, investasi mencapai Rp1.931 triliun dan menciptakan 2,7 juta lapangan kerja. Pada semester I 2026, investasi mencapai Rp1.010 triliun dan menciptakan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja. Capaian ini disampaikan dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR serta DPD. Prabowo menekankan bahwa investasi tetap tumbuh meski menghadapi ketidakpastian global. Perekonomian Indonesia tumbuh 5,61 persen pada kuartal I 2026 dan 5,45 persen pada semester I 2026, yang merupakan pertumbuhan tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Dengan kebijakan yang dinilainya tepat, Prabowo optimis pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 6 persen di akhir tahun. Namun, ia menegaskan bahwa pertumbuhan dan investasi bukan tujuan akhir, melainkan kesejahteraan rakyat yang harus diutamakan. Setiap investasi harus menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kualitas hidup, terutama bagi masyarakat paling rentan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 11.21
Prabowo Pamer Investasi Capai Rp 1.010 T pada Semester I, Serap 1,4 Juta Pekerja
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 10.42
Prabowo Pede Ekonomi RI Tumbuh 6% di Akhir Tahun
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 13.35
Realisasi Investasi Capai Rp1.010 Triliun di Semester I 2026, Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja Baru
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 13.07
Prabowo Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 6 Persen di Akhir 2026
Berita terkait
Investasi Era Presiden Prabowo Menguat, Stabilitas Jadi Modal Pertumbuhan Ekonomi
JPNN.com · 23 September 2026 pukul 09.35
Prabowo Sebut RI Bisa Dapat 'Durian Runtuh' US$16 M dari Proyek Ini
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 08.40
Investasi Ribuan Triliun Buka Lapangan Kerja, Prabowo: Bukan dari MBG-Kopdes
Detik.com · 17 September 2026 pukul 10.30
Prabowo Pamer Buka 4,1 Juta Lapangan Kerja Baru: Bukan dari MBG dan Kopdes
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 06.10