Prabowo Minta BUMN Hanya 300, Danantara: Sangat-sangat Berat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto menargetkan pengurangan jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi maksimal 300 perusahaan pada 31 Desember 2026. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta mengoptimalkan aset negara dengan menutup perusahaan yang tidak produktif dan terus merugi.
CEO BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menyatakan bahwa proses streamlining ini sangat berat karena harus mempertimbangkan berbagai aspek. Hingga saat ini, sebanyak 290 perusahaan telah ditutup melalui mekanisme merger, likuidasi, dan konsolidasi vertikal. Total target penutupan mencapai lebih dari 750 BUMN guna memperbaiki reputasi di mata masyarakat dan investor asing.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 07.44
874 BUMN Bakal Ditutup hingga Akhir 2026, Danantara Sisakan Segini
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 21.24
Pengamat nilai Danantara berperan tumbuhkan optimisme publik
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 18.03
Transformasi BUMN Mulai Tunjukkan Hasil, Prabowo Apresiasi Kinerja Danantara
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 13.19
Prabowo: Setoran Dividen BUMN 2025 Tembus Rp142,3 Triliun, Naik 67 Persen
Berita terkait
Arahan Prabowo: Danantara Masuk KSSK Bareng BI-OJK
Detik.com · 28 Juli 2026 pukul 10.36
Pimpinan DPR Kaji Usul Presiden Prabowo soal Peradilan Ad Hoc BUMN
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 16.35
Bersih-bersih BUMN Lewat Pengadilan Ad Hoc
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 06.25
Prabowo Ingin Ada Pengadilan Ad Hoc Kasus Korupsi BUMN, Ini Alasannya
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 16.41