Prabowo Resmikan Sambungan Listrik 1.400 Desa Sebelum 14 Agustus
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan sambungan listrik untuk 1.400 desa sebelum 14 Agustus 2026. Dari total 11.000 desa yang belum berlistrik, sebanyak 1.400 desa telah teraliri listrik sejak akhir 2025. Peresmian ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mencapai target rasio elektrifikasi nasional mendekati 100% pada 2029, sebagaimana diatur dalam Perpres Nomor 117 Tahun 2025.
Pemerintah menyiapkan tiga strategi utama untuk memperluas akses listrik ke desa terpencil: perluasan jaringan PLN, pembangunan mini grid berbasis energi setempat termasuk energi baru terbarukan (EBT), dan penyediaan PLTS individual dengan baterai untuk permukiman tersebar. Selain itu, Bahlil melaporkan proyek PLTS 100 GW akan segera dimulai pembangunannya oleh Presiden Prabowo.
Data resmi PLN menunjukkan rasio elektrifikasi nasional telah mencapai 99,83%, rasio desa berlistrik 99,97%, dan rasio elektrifikasi yang dilayani langsung PLN 98,56%. Program ini juga didukung Keputusan Menteri ESDM Nomor 316.K/TL.03/MEM.L/2025 tentang Peta Jalan Program Listrik Perdesaan 2025-2029.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 28 Juli 2026 pukul 17.00
Bahlil Lapor Prabowo Subianto, Listrik 1.400 Desa Siap Diresmikan
Liputan6.com · 29 Juli 2026 pukul 06.20
Prabowo Segera Resmikan Pembangunan PLTS 100 GW
CNBC Indonesia · 28 Juli 2026 pukul 21.40
Prabowo Bakal Resmikan Program Listrik Desa Dalam Waktu Dekat
Liputan6.com · 28 Juli 2026 pukul 20.14
Prabowo Bakal Resmikan 1.400 Titik Listrik Desa Sebelum 14 Agustus 2026
Berita terkait
Prabowo Mau Bangun 30 GW PLTS dan Pensiunkan 13 GW PLTD Tahun Ini
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 14.44
Stop PLTD 13 GW Tahun ini, Pemerintah Genjot Pembangunan PLTS 30 GW
JawaPos · 15 Agustus 2026 pukul 10.31
Ambisi Prabowo Bangun PLTS 100 Gigawatt: Tiap Desa Idealnya 1 Megawatt
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 16.40
Prabowo Ungkap Pembangunan PLTS 100 GW Bikin Negara Hemat Rp73,9 T
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 18.35