Prabowo: S&P hingga Lianhe Akui Fundamental Ekonomi Indonesia Kokoh dan Layak Investasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan di Rapat Paripurna dengan DPR RI pada 14 Agustus 2026 mengklaim fundamental ekonomi Indonesia masih kokoh dan diakui oleh lembaga pemeringkat global. Ia menyebutkan bahwa S&P Global mempertahankan rating Indonesia pada level BBB dengan prospek stabil pada 13 Juli 2026, menilai prospek ekonomi kokoh, kebijakan makroekonomi berhati-hati, serta beban utang prudent. Penilaian positif juga diberikan untuk pengelolaan sumber daya alam dan penutupan kebocoran di sektor mineral.
Selain itu, Prabowo mengungkapkan bahwa Lianhe, lembaga pemeringkat dari Tiongkok, memberikan rating AAA dengan prospek stabil, rating tertinggi, yang mencerminkan fundamental ekonomi solid dan kebijakan pemerintah efektif. Ekonomi Indonesia dinilai mampu menghadapi guncangan eksternal, dengan inflasi tetap terkendali. Kedua penilaian ini menegaskan bahwa Indonesia layak untuk investasi di tengah gejolak geopolitik dunia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 08.58
Neng Eem MPR Nilai Pidato Prabowo Berikan Penegasan Arah Pembangunan RI
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 23.48
Pidato Prabowo Bangun Confidence, Ekonom Berikan Beberapa Catatan
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 19.05
Prabowo Buka Peluang Swasta Kelola Aset BUMN yang Tak Produktif
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 18.06
Prabowo Kenalkan Pusat Finansial Internasional saat Pidato Nota Keuangan
Berita terkait
Tak Hanya Jadi Penghasil, Prabowo Targetkan Indonesia Ikut Tentukan Harga Komoditas Dunia
JawaPos · 15 Agustus 2026 pukul 11.00
Prabowo: Indikator Ekonomi RI Tetap Terjaga di Tengah Tekanan Global
JawaPos · 14 Agustus 2026 pukul 19.32
Rupiah Menguat ke 17.827 per Dolar AS Usai Pidato Nota Keuangan Prabowo
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 17.27
Prabowo Bongkar Isi PFII: Pasar Modal, Bullion hingga Family Office Bakal Berkumpul di RI
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 17.20