Prabowo Sebut Solar Langka di Dunia, Bersyukur Indonesia Tak Lagi Impor
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9302220/original/068100800_1784536790-Pidato_Prabowo_di_Sidang_Kabinet.jpg)
Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia telah berhasil menghentikan impor solar dari luar negeri sejak 1 Juli 2026, setelah menerapkan bahan bakar solar campuran (biosolar) B50 yang mengandung 50% minyak kelapa sawit dalam bentuk fatty acid methyl ether (FAME). Langkah ini dilakukan di tengah kelangkaan pasokan solar di dunia, sehingga Indonesia lebih untung karena tidak lagi bergantung pada impor. Prabowo menyampaikan hal ini dalam acara Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur. Ia menekankan bahwa kelapa sawit disebutnya sebagai 'tanaman ajaib' karena dapat menghasilkan 57 derivatif, termasuk bahan bakar minyak (BBM).
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 19 September 2026 pukul 18.15
Setop Impor Solar Sejak 1 Juli, Prabowo: Nanti Kita Buat Bensin dari Batubara
Berita terkait
Swasembada Energi Prabowo Lewat B50 Hemat Rp170 Triliun, Akademisi Dorong Dana Dioptimalkan untuk Teknologi
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 08.52
DSI Kelola Devisa Ekspor Rp 249,72 Triliun dari 3 Komoditas
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 12.29
Prabowo Pamer Hemat Devisa Rp170 T Lewat Swasembada Energi
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 10.33
Stop Impor Solar Sejak 1 Juli, Prabowo: Nanti Kita Buat Bensin dari Batubara
JawaPos · 19 September 2026 pukul 17.45