Prabowo Tegas: Tak Ada Bangsa yang Kasihan kepada Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan kemandirian bangsa saat menghadiri syukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur. Ia menekankan bahwa Indonesia harus mandiri dan tidak boleh mengandalkan belas kasihan bangsa lain. "Tidak ada bangsa yang kasihan kepada kita," katanya, menegaskan bahwa negara yang tidak mampu mengurus dan memperkuat dirinya sendiri tidak akan mendapatkan bantuan dari luar. Prabowo juga menyoroti pentingnya swasembada pangan dan energi sebagai kunci kemerdekaan nasional. Indonesia diklaim telah mencapai swasembada pangan dengan cadangan yang cukup untuk menghadapi kondisi cuaca ekstrem. Di sektor energi, Prabowo menyatakan bahwa impor solar telah dihentikan melalui produksi mandiri dari kelapa sawit, yang kini menghasilkan 57 derivatif termasuk bensin dan solar. Para peneliti nasional dikreditkan berhasil mengembangkan inovasi tersebut. Prabowo juga mengingatkan generasi muda agar tidak mudah terpengaruh narasi negatif di media sosial yang dapat melemahkan kepercayaan diri bangsa. Ia membangun semangat agar Indonesia tidak pernah menjadi budak bangsa lain dan terus membangun kekuatan sendiri.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 19 September 2026 pukul 13.40
Prabowo Sebut Tak Ada Negara yang Kasihan, RI Harus Mandiri
SINDOnews · 19 September 2026 pukul 16.40
Duta Besar Abdalfatah Al-Sattari di Depan Prabowo: Indonesia Berdiri Bersama Palestina, Kami Tidak Sendiri
Detik.com · 19 September 2026 pukul 16.02
Momen Prabowo Dapat Mushaf Al-Qur'an dan Buku 'Gontor untuk Indonesia'
Liputan6.com · 19 September 2026 pukul 15.37
Prabowo: Pemimpin Indonesia harus Pintar, Jangan Dibodoh-bodohi
Berita terkait
Prabowo Jadikan 17 Target SDGs Acuan Pembangunan, dari Pangan hingga Energi
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 22.00
Setelah Swasembada Pangan, Pemerintah Bidik Swasembada Energi dan Tekan Impor BBM
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 05.05
Prabowo: 121 kebijakan transformatif dijalankan dalam waktu 21 bulan
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 10.38
Bukan Teddy Apalagi Bahlil, Menteri Ini Dipuji-puji Prabowo
Warta Ekonomi · 20 September 2026 pukul 12.00