Produksi Timah Belitung Melonjak, RKAB TINS 3.000 Ton Habis 2,5 Bulan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Timah Tbk (Persero) berhasil meningkatkan porsi produksi logam timah yang diolah untuk kebutuhan industri dalam negeri dari kurang dari 3 persen menjadi 16 persen. Direktur Utama Restu Widiyantoro menyampaikan hal ini dalam RDP dengan Komisi XII, Senin (15/9), sebagai bagian dari pelaksanaan mandat hilirisasi. Sebelumnya, sekitar 95 persen produksi timah diekspor, sementara sisanya hanya dimanfaatkan domestik. Hingga akhir 2026, perseroan menargetkan porsi pengolahan dalam negeri naik hingga 20 persen.
Peningkatan aktivitas penambangan di Belitung juga menyebabkan alokasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) PT Timah untuk 2026 cepat habterpakai. Alokasi sebesar 3.000 ton yang seharusnya cukup untuk satu tahun, justru selesai terserap hanya dalam 2,5 bulan. Restu menjelaskan hal ini terjadi karena antusiasme masyarakat yang banyak menambang secara mandiri.
Sebelumnya, produksi timah di Belitung rata-rata hanya sekitar 1.000-1.200 ton per tahun. Namun, setelah kebijakan penertiban kebocoran dilakukan, produksi berhasil naik hingga sekitar 10.000 ton, atau hampir 10 kali lipat. Menurut Restu, peningkatan ini terutama didorong oleh penutupan kebocoran produksi yang sebelumnya tidak terkendali.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 15 September 2026 pukul 18.30
Timah Jadi Komoditas Pertama yang Dijual di Bursa Mineral ICOMEX
Berita terkait
Stania dan Asahi Solder Perkuat Hilirisasi Timah Indonesia
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 19.10
RKAB Dipangkas, Produksi Batu Bara RI Turun 8 Juta Ton/Bulan di 2026
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 20.45
Laba Meroket, PT Timah (TINS) Mau Revisi Target RKAP 2026
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 17.15
Pemerintah Izinkan PT Timah Beli Bijih Timah Masyarakat
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 22.57