Jakarta · Minggu, 27 September 2026Cari
WargaKonoha

Properti-Investasi Kawasan Transit, Jalan MRT Jakarta Menjemput Kemandirian

PT MRT Jakarta tengah mengembangkan kawasan Transit-Oriented Development (TOD) di sekitar stasiun untuk memperbesar sumber pendapatan non-farebox. Saat ini, kontribusi non-farebox mencapai 30 persen dari total pendapatan, dengan persebaran 25 persen berasal dari luar stasiun. Blok M Hub dan Transport Hub Dukuh Atas adalah dua aset utama yang dikelola, masing-masing berorientasi gaya hidup komersial dan aktivitas urban. MRT Jakarta berharap non-farebox menjadi tulang punggung keberlangsungan perusahaan sekaligus mengurangi subsidi pemerintah.

Strategi pengembangan TOD mencakup penjualan hak penamaan (naming rights) dan kerja sama dengan korporasi seperti GoTo Gojek Tokopedia Tbk untuk Blok M Hub. Tujuannya, mengadopsi model Hong Kong seperti MTR Corporation yang menghasilkan lebih dari 50 persen pendapatan dari sumber non-farebox. Di September 2026, Transport Hub mencatat 27.555 pengunjung harian dengan 100 persen okupansi tenant pujasera dan 88,8 persen okupasi tenant bangunan.

MRT Jakarta membidik investasi untuk mengembangkan TOD di stasiun baru seperti Kota Tua, Thamrin, dan Bundaran HI. Perusahaan rutin berpartisipasi dalam forum investasi internasional untuk menarik investor dari Asia Tenggara maupun Hong Kong. Selain itu, MRT Jakarta sedang mencari mitra untuk pengelolaan sampah termasuk pemilahan, pengolahan plastik, dan limbah minyak jelantah.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait