Prospek Bisnis Wealth Management di Tengah Potensi Kenaikan Bunga The Fed
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9361975/original/073912100_1790755118-WhatsApp_Image_2026-09-30_at_14.55.58.jpeg)
Bisnis wealth management Bank DBS Indonesia tetap tumbuh meski bank sentral global bersikap agresif. Nasabah cenderung menggeser portofolio ke aset berisiko rendah, seperti obligasi tenor pendek, untuk menekan volatilitas namun tetap menjaga arus kas. DBS menyediakan berbagai opsi produk mulai dari produk evergreen, valas, hingga structured product yang disesuaikan dengan siklus ekonomi dan riset lokal.
Selain obligasi, emas menjadi instrumen investasi yang menarik karena permintaan konsisten dari bank sentral dunia. Emas dinilai unggul karena faktor kelangkaan, likuiditas tinggi, pengakuan global, bebas risiko gagal bayar, serta mampu menjaga daya beli. Strategi investasi ini bertujuan memberikan solusi bagi nasabah, termasuk mereka yang memiliki eksposur dalam mata uang dolar AS, guna menghadapi potensi perubahan suku bunga di masa depan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 14.43
DBS Ungkap Alasan Emas Selalu Menarik untuk Investasi
JPNN.com · 30 September 2026 pukul 13.00
Harga Emas dan Perak Antam Hari Ini 30 September 2026, Cek Harga per Gram hingga 1 Kg
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 17.20
Airlangga Ungkap 160 Ton Emas Masuk Bullion Bank Pegadaian dan BSI
SINDOnews · 29 September 2026 pukul 09.14
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Lagi ke Posisi Rp2.580.000 per Gram
Berita terkait
Harga Emas Pegadaian 26 September 2026, Ada yang Tembus Rp 2,65 Juta
Liputan6.com · 26 September 2026 pukul 14.21
Harga Emas Perhiasan Terkini: Raja Emas dan Laku Emas Tawarkan Beragam Karat
Liputan6.com · 30 September 2026 pukul 13.00
Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 29 September 2026
Liputan6.com · 29 September 2026 pukul 08.20
Tawaran Rp 443 T Ditolak, Raksasa Emas Gagal Merger
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 16.40