Prudential Syariah Ubah Sampah Jadi Perlengkapan Sekolah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) mengubah sampah menjadi perlengkapan sekolah melalui program 'Pilah Sampah' dan 'Belanja Bareng Yatim'. Dari kegiatan #1 Family Fest, perusahaan mengumpulkan sampah yang kemudian dikonversi menjadi 200 perlengkapan sekolah, disalurkan kepada anak yatim melalui kerja sama dengan Dompet Dhuafa di Jakarta. Program ini tidak hanya fokus pada pemberian bantuan, tetapi juga memberikan pengalaman belajar melalui storytelling, membaca bersama, dan pemilihan perlengkapan secara langsung.
Chief Customer and Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama, menyatakan bahwa keberlanjutan perusahaan meliputi dampak sosial, bukan hanya lingkungan. 'Langkah sederhana seperti memilah sampah dapat berkembang menjadi dukungan bagi pendidikan anak-anak,' ujarnya. Selain itu, relawan perusahaan mengadakan sesi cerita edukatif tentang literasi keuangan, seperti konsep menabung, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta pentingnya berbagi.
Program ini sejalan dengan temuan penelitian Mancone dkk. (2024) dalam jurnal Frontiers in Education, yang menunjukkan bahwa literasi keuangan anak dapat diajarkan secara efektif melalui pengalaman langsung yang menyenangkan dan didampingi oleh orang dewasa. Prudential Syariah juga menyoroti tantangan budaya baca di Indonesia, dengan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) sebesar 54,80 berdasarkan Survei 2025 Perpustakaan Nasional. Melalui kegiatan ini, perusahaan berharap kepedulian lingkungan dan dukungan pendidikan dapat berjalan beriringan.
Bagikan
Berita terkait
Kolaborasi Prudential Syariah-OJK Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah
Detik.com · 1 September 2026 pukul 13.01
Terancam Jadi Sandwich Generation, Mahasiswa Dibekali Literasi Keuangan Syariah
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 14.15
Generasi Muda Diminta Rencanakan Masa Pensiun Sejak Pekerjaan Pertama
Detik.com · 7 September 2026 pukul 21.04
Serba Digital, Anak Muda Perlu Makin Cerdas Mengatur Uang
SINDOnews · 7 September 2026 pukul 19.35