Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Terancam Jadi Sandwich Generation, Mahasiswa Dibekali Literasi Keuangan Syariah

Tekanan biaya hidup yang terus meningkat membuat literasi keuangan menjadi penting bagi generasi muda, terutama mengingat lebih dari 66 persen anak muda mengalami kesulitan finansial akibat kenaikan biaya hidup dan stagnasi upah. Tanpa perencanaan keuangan sejak dini, generasi muda berisiko menjadi sandwich generation yang harus menanggung kebutuhan diri sendiri sekaligus keluarga dari generasi di atas dan di bawah mereka. Untuk menghadapi hal ini, Prudential Syariah bekerja sama dengan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menggelar kegiatan literasi dan inklusi keuangan bagi 700 mahasiswa Universitas Airlangga di Surabaya. Kegiatan ini memberikan edukasi tentang perencanaan keuangan, manajemen risiko, dan perlindungan finansial berbasis prinsip syariah. Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah Vivin Arbianti Gautama menekankan pentingnya literasi keuangan syariah sejak dini untuk mencegah risiko sandwich generation di masa depan. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 OJK menunjukkan indeks literasi keuangan syariah sebesar 43,07 persen dan tingkat inklusinya hanya 13,24 persen, jauh di bawah indeks literasi keuangan nasional (69,57 persen) dan inklusi nasional (93,61 persen). Pada kelompok usia 18-25 tahun yang identik dengan mahasiswa, tingkat literasi keuangan mencapai 73,32 persen dengan inklusi 95,69 persen, menunjukkan bahwa anak muda sudah cukup akrab dengan layanan keuangan, namun pemahaman prinsip keuangan syariah masih perlu diperkuat.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait