PSI Sentil AHY: Harusnya Belajar dari Jokowi, Bukan SBY
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Politisi PSI Dedy Nur Palakka menyindir pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menyatakan masyarakat harus belajar dari pemerintahan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dedy berpendapat, pernyataan AHY akan lebih relevan dan mendapat respons positif jika ditujukan pada pemerintahan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Ia menulis kritiknya di akun X pribadinya pada Senin (7/9). Dedy menilai, dengan menyebut Jokowi, AHY justru akan menjadi sorban publik yang lebih hangat dan berpotensi memicu spekulasi politik, seperti kemungkinan AHY mendampingi Gibran Rakabuming Raka di masa depan. Ia menambahkan, hal ini wajar karena politik Indonesia bersifat cair dan terbuka. Sebelumnya, AHY dalam pidatonya pada HUT ke-25 Partai Demokrat di Jakarta, Sabtu (5/9), menekankan pentingnya belajar dari dua periode pemerintahan SBY, khususnya dalam hal transisi kekuasa yang damai dan penjagaan pilar demokrasi. AHY juga menegaskan bahwa kekuasaan bukan milik pribadi, melainkan amanah rakyat yang terikat waktu sesuai konstitusi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 5 September 2026 pukul 20.00
Purbaya Paparkan Perbedaan Kredit dan Ekonomi di Zaman Jokowi dan SBY
kumparan · 5 September 2026 pukul 16.51
Survei PPI: 34,8% Warga Tak Tertarik Pilih PSI meski Jokowi Safari Politik
Berita terkait
Jawab Isu Budi Arie Sekjen & Jokowi Ketum, Ahmad Ali: PSI Sedang Naik, Tak Ada Alasan KLB!
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 20.37
Projo: PSI dan Kami Punya Kedekatan, Tak Perlu Disangkal Sama-sama Pernah dan Tetap Pendukung Jokowi
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 10.57
PSI Tegaskan Budi Arie Bukan Bagian dari Partai, Minta Nama Partainya Tak Dikaitkan
VOI · 26 Agustus 2026 pukul 09.40
Ketum Projo Budi Arie: Kalau Jokowi Jadi Ketua PSI, Pasti...
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 16.10