PTPN Group Bangun Ekosistem Singkong untuk Pangan dan Energi Nasional
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PTPN Group membangun ekosistem singkong terintegrasi dari hulu ke hilir untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional. Fokus utama meliputi optimalisasi lahan, penerapan teknologi budidaya, dan hilirisasi menjadi bioetanol. Di Lampung, PTPN menargetkan pengembangan lahan hingga 10.000 hektare melalui kemitraan dengan 11 pihak strategis, termasuk swasta dan BUMD, dengan rencana awal penanaman di lahan seluas 7.313 hektare.
Untuk meningkatkan produktivitas dari 20 ton menjadi 30-60 ton per hektare, PTPN berkolaborasi dengan Universitas Lampung melalui National Cassava Center (NCC). Riset fokus pada varietas unggul dan teknologi stek sambung untuk meningkatkan hasil produksi dan kadar pati. Pada 2025, produksi singkong Lampung diproyeksikan mencapai 7,52 juta ton, yang berpotensi menghasilkan 405 juta liter bioetanol per tahun dengan nilai ekonomi Rp4,8 triliun. Langkah ini mendukung program bauran energi pemerintah (E20) tanpa mengganggu pasokan tebu untuk swasembada gula.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 20.15
Awas Rencana Besar Bioetanol Cuma Mimpi, Sosok Ini Tunjuk Akar Masalah
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 11.25
Harga Bioetanol RI Naik Rp11.814/Liter, Berlaku September 2026
Berita terkait
Pertamina NRE Bangun Pusat Pengembangan Bioetanol di Lampung, Target 1 Juta KL per Tahun
SINDOnews · 15 September 2026 pukul 16.10
Pertamina NRE Kembangkan Bioetanol Berbasis Multi-Feedstock di Lampung
Detik.com · 15 September 2026 pukul 14.03
Gubernur Mirza Dorong Lampung Jadi Pusat Pengembangan Bioetanol Nasional
Detik.com · 15 September 2026 pukul 12.12
Pertamina NRE Dorong Pengembangan Bioetanol Berbasis Multi-Feedstock & Multi-Generation
JPNN.com · 15 September 2026 pukul 10.53