Pupuk Indonesia Jajaki Investasi Pabrik Pupuk di Rusia, Bidik Pasar Asia-Pasifik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Pupuk Indonesia (Persero) menandatangani MoU dengan JSC Ruschem untuk studi kerja sama pengembangan Nakhodka Fertilizer Plant Phase 2 (NFP-2) di Rusia. Proyek ini memiliki kapasitas produksi 1,8 juta ton metanol, 2 juta ton amonia, dan 3,5 juta ton urea per tahun dengan target operasional 2030. Kerja sama ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi pasokan pupuk dan perluasan akses pasar Asia-Pasifik melalui pelabuhan Vladivostok. MoU ditandatangani pada Eastern Economic Forum ke-11 di Vladivostok pada 3 September 2026. Studi mencakup feasibility study, due diligence, serta evaluasi teknis, keekonomian, dan risiko proyek.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 4 September 2026 pukul 09.53
Pupuk Indonesia Jajaki Investasi Pabrik Urea di Vladivostok, Rusia
CNN Indonesia · 5 September 2026 pukul 11.05
RI Jajaki Bangun Pabrik Pupuk di Rusia
SINDOnews · 4 September 2026 pukul 21.47
Indonesia Sodorkan Penawaran 138 Blok Migas ke Rusia
kumparan · 4 September 2026 pukul 18.00
RI Tawarkan ke Investor Rusia Ikut Lelang Ratusan Blok Migas
Berita terkait
Indonesia Jajaki Bangun Pabrik Pupuk Urea di Rusia
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 22.20
Indonesia Tawarkan 100 Lebih Blok Migas ke Rusia
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 19.10
Indonesia Tawarkan Ratusan Blok Migas ke Investor Rusia
Liputan6.com · 4 September 2026 pukul 15.45
100 Lebih Blok Migas RI Ditawarkan ke Rusia, Bakal Disambar?
Detik.com · 4 September 2026 pukul 13.52