Purbaya: 87,5% SBN Dikuasai Domestik, Risiko Utang Lebih Terjaga
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539267/original/091129700_1774595159-IMG-20260327-WA0004.jpg)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa 87,5% surat berharga negara (SBN) saat ini dikuasai oleh investor domestik, sehingga risiko utang pemerintah tetap terkendali. Hal ini membuat pembiayaan pemerintah lebih stabil dan menjaga aliran pembayaran bunga tetap berputar di dalam negeri. Rasio pembayaran bunga utang terhadap pendapatan pemerintah turun dari lebih dari 15% menjadi sekitar 14%, didorong oleh peningkatan pengumpulan pajak.
Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah juga mendiversifikasi sumber pendanaan dengan biaya rendah, termasuk melalui pasar surat utang di China dengan bunga sekitar 1,9% untuk tiga tahun dan 2,18% untuk lima tahun. Pendanaan tersebut dilakukan melalui instrumen surat utang, bukan pinjaman bilateral. Pemerintah juga membuka peluang di pasar Jepang dan Eropa untuk mendapatkan pendanaan yang lebih kompetitif.
Dominasi investor domestik pada SBN memberikan manfaat tambahan karena pembayaran bunga mengalir ke perbankan, dana pensiun, dan investor dalam negeri, sehingga uang tidak keluar dari negeri. Purbaya menegaskan bahwa pemerintah masih memiliki ruang untuk menjaga tingkat imbal hasil SBN agar tidak terlalu tinggi, dan dapat menggunakan instrumen seperti Bond Stabilization Fund untuk menurunkan yield jika diperlukan. Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga mulai memperkuat koordinasi lintas sektor antar Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, OJK, dan LPS.
Bagikan
Berita terkait
Beban Utang Whoosh Dialihkan ke Purbaya Bulan Ini
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 19.40
Heboh Utang Rp50 M Disomasi, Bank JTrust Buka Suara
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 19.10
Purbaya: Selama Saya Jadi Menteri, Tak Ada Tax Amnesty
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 18.30
Purbaya Minta Anggaran MBG Ditekan di Bawah Rp200 Triliun
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 16.55