Jakarta · Minggu, 4 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Pyridam Farma (PYFA) Perluas Akses Terapi Gangguan Lipid, Dukung Pengelolaan Faktor Risiko Penyakit Kardiovaskular

PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) mendapatkan Persetujuan Izin Edar (NIE) untuk Fenofibrate 145 mg dari BPOM RI. Produk ini menurunkan trigliserida, LDL, dan meningkatkan HDL, mendukung pengelolaan faktor risiko penyakit kardiovaskular. Kepala BPOM, Prof. Taruna Ikrar, menyerahkan izin ke Direktur PYFA, Bedjo Stefanus, di Bandung. Fenofibrate diharapkan menjadi pilihan terapi utama di Indonesia.

Penyakit kardiovaskular menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia, menewaskan hingga 1,5 juta orang per tahun (data Kemenkes). Biaya penanganan penyakit jantung mencapai Rp17,35 triliun (BPJS 2026), diikuti stroke Rp7,21 triliun. PYFA berkomitmen mengurangi beban sistem kesehatan melalui inovasi farmasi. Ekspansi akses pengobatan berbasis Fenofibrate menjadi strategi jangka panjang perusahaan.

PYFA juga memperluas kapabilitas manufaktur dengan pembangunan Lini 3 injeksi steril, dijadwalkan produksi komersial awal 2027. Setiap milestone regulasi menjadi pijakan untuk memperkuat kontribusi dalam kesehatan nasional.

Berita terkait