Pyridam Farma (PYFA) Perluas Akses Terapi Gangguan Lipid, Dukung Pengelolaan Faktor Risiko Penyakit Kardiovaskular
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) mendapatkan Persetujuan Izin Edar (NIE) untuk Fenofibrate 145 mg dari BPOM RI. Produk ini menurunkan trigliserida, LDL, dan meningkatkan HDL, mendukung pengelolaan faktor risiko penyakit kardiovaskular. Kepala BPOM, Prof. Taruna Ikrar, menyerahkan izin ke Direktur PYFA, Bedjo Stefanus, di Bandung. Fenofibrate diharapkan menjadi pilihan terapi utama di Indonesia.
Penyakit kardiovaskular menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia, menewaskan hingga 1,5 juta orang per tahun (data Kemenkes). Biaya penanganan penyakit jantung mencapai Rp17,35 triliun (BPJS 2026), diikuti stroke Rp7,21 triliun. PYFA berkomitmen mengurangi beban sistem kesehatan melalui inovasi farmasi. Ekspansi akses pengobatan berbasis Fenofibrate menjadi strategi jangka panjang perusahaan.
PYFA juga memperluas kapabilitas manufaktur dengan pembangunan Lini 3 injeksi steril, dijadwalkan produksi komersial awal 2027. Setiap milestone regulasi menjadi pijakan untuk memperkuat kontribusi dalam kesehatan nasional.
Bagikan
Berita terkait
Taruna Ikrar Dorong RI Berperan Kolaborasi Regulasi Kosmetik Dunia
CNN Indonesia · 3 Oktober 2026 pukul 15.00
Aritmia Bisa Tanpa Gejala, Dokter Ungkap Faktor Risiko dan Cara Menjaga Kesehatan Jantung
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 11.00
480 Dapur MBG di Daerah 3T Diaktifkan per 2 Oktober, Beroperasi 3-4 Minggu Lagi
kumparan · 2 Oktober 2026 pukul 04.00
BPOM Amankan 287 Produk Kosmetik dan Obat Ilegal Diduga Palsu di Tangerang
JawaPos · 1 Oktober 2026 pukul 15.47