Ramai Istilah 'In This Economy', Airlangga Bantah Ekonomi RI Lesu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membantah istilah 'in this economy' yang beredar di media sosial sebagai cerminan ekonomi Indonesia lesu. Menurutnya, ekonomi Indonesia masih tumbuh 5,45 persen semester I 2026, merupakan pertumbuhan tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Indikator lain seperti penjualan otomotif di GIIAS, kendaraan listrik yang tumbuh 80 persen, serta Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) di atas 100, menunjukkan perekonomian masih berkembang. Pemerintah juga melanjutkan program bantuan beras hingga Q4 2026 dan mengurangi beban pajak bagi pekerja dengan gaji hingga Rp10 juta. Aktivitas belanja online tetap positif dengan 800 ribu penjual dan 2,6 miliar transaksi melalui video commerce. Pelaku ritel, termasuk 500 merek nasional dari 800 total, tetap optimis. Sistem pembayaran QRIS juga digandalkan untuk mendukung perdagangan dan ekspor UMKM.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 16.25
RI Terjebak 33 Tahun, Tak Mampu Lompat ke Kelas Negara Maju
VOI · 27 Agustus 2026 pukul 15.34
J Trust Bank City Tower Mulai Dibangun, Airlangga Ungkap jadi Simbol Kepercayaan Ekonomi Indonesia
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 13.10
Kabar Baik! Para Ahli Sepakat Ekonomi Indonesia 6 Bulan ke Depan Aman
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 12.07
Kemiskinan dan Pengangguran Turun, Purbaya Ungkap Buktinya
Berita terkait
Ekonom Optimistis Ekonomi RI, Publik Malah Makin Pesimistis
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 10.31
Rupiah Diprediksi Kembali Melemah Hari Ini, Pandangan Fitch Ratings Soal Ekonomi RI Jadi Pemicu?
JawaPos · 26 Agustus 2026 pukul 07.00
Menko Airlangga: Peningkatan Produktivitas jadi Indikator Penting Menuju Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen
VOI · 22 Agustus 2026 pukul 07.16
Airlangga Ungkap Investasi Eropa Rp13,6 Triliun, Serap 245 Ribu Pekerja
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 19.30