Rasio Tabungan Masyarakat Indonesia Kalah dari Malaysia, LPS Buka Suara
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2296635/original/008059000_1533023171-Bank-BJB8.jpg)
Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, menyatakan rasio tabungan masyarakat Indonesia hanya sekitar 42%, terendah di antara negara peers. Ia menekankan pentingnya memperkuat tabungan domestik untuk mengurangi ketergantungan pada modal asing. Data LPS per Desember 2025 menunjukkan rasio Dana Pihak Ketiga (DPK) terhadap PDB sebesar 42,2%, jauh di bawah Vietnam (127,2%), Malaysia (125,5%), Thailand (85,6%), dan India (66%). Jumlah penduduk tanpa rekening bank (unbanked) pada 2025 mencapai 49,7 juta jiwa, diproyeksikan turun menjadi 46,5 juta pada 2026. Digitalisasi sektor keuangan dinilai belum optimal; keberhasilan diukur dari inklusi, bukan sekadar jumlah aplikasi. Adopsi QRIS telah mencapai 63 juta pengguna dan 45 juta merchant, sejalan dengan target inklusi keuangan nasional 90%. Penguatan tabungan dan perluasan akses keuangan menjadi syarat memperbesar pembiayaan domestik dan memperdalam sektor keuangan.
Bagikan
Berita terkait
Bata Perkuat Bisnis di Indonesia: Fokus pada Produk hingga Relevansi Konsumen
kumparan · 22 September 2026 pukul 15.18
Rekening Gratis Massal Bisa Libatkan BPD, Bos LPS ungkap Syaratnya
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 15.35
ADB Kasih Pinjaman Rp11,49 T ke RI untuk Bantu Anggaran Daerah
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 19.20
LPS: Penetrasi Asuransi RI Masih Jadi Salah Satu yang Terendah di ASEAN
kumparan · 10 September 2026 pukul 16.22