Rekening Massal Pemerintah: Inklusi Keuangan atau Infrastruktur Baru Penyaluran Subsidi?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan kebijakan pembukaan rekening perbankan massal bagi masyarakat, khususnya yang baru berusia 17 tahun atau memiliki KTP. Kebijakan ini melibatkan BRI dan BSI sebagai mitra utama. Data Dukcapil akan diintegrasikan dengan sistem Bank Indonesia melalui QRIS untuk memperluas inklusi keuangan dan mendukung penyaluran subsidi. Namun, pelaksanaan masih dalam tahap persiapan teknis dan regulasi belum final. Eks Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan potensi rekening ini juga dapat menjadi fondasi untuk program bantuan sosial. Pakar Ekonomi Josua Pardede memberi apresiasi positif, tetapi menekankan pentingnya menyoroti masyarakat yang benar-benar belum memiliki akses keuhan, bukan membuka rekening secara seragam. Digitalisasi diharapkan meningkatkan efisiensi penyaluran bantuan, namun ketepatan sasaran tetap menjadi tantangan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 15 September 2026 pukul 22.47
Legislator dorong penguatan DTSEN untuk bansos tepat sasaran
Berita terkait
Menimbang Keuntungan dan Risiko Kebijakan Rekening Massal Berbasis NIK
JPNN.com · 13 September 2026 pukul 22.52
Program Rekening Massal: Warga Punya Akun Bank Tetap Dapat BSI dan BRI
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 09.25
Prabowo Ingin Semua Warga Punya Rekening, Apa yang Sedang Disiapkan?
Liputan6.com · 9 September 2026 pukul 09.30
Populer: Penyaluran LPG 3 Kg Masih Dikaji; Rekening Usia 17 Tahun Dorong DPK
kumparan · 13 September 2026 pukul 05.00