RI Kejar Dagang Bebas dengan 6 Negara Kaya, Target Rampung Tahun Ini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia sedang berupaya menyelesaikan enam perjanjian dagang bebas (FTA) dengan negara-negara kaya, termasuk dengan enam negara Teluk Arab melalui Indonesia-Gulf Cooperation Council Free Trade Agreement (I-GCC FTA). Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan bahwa proses perjanjian ini diharapkan rampai akhir tahun 2026, dengan target penyelesaian pada Oktober atau November. Perundingan FTA ini dimulai sejak akhir Juli 2024 dan telah melalui dua fase negosiasi, yakni pada September 2024 dan Februari 2025.
Presiden Prabowo Subianto dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) sepakat mempercepat proses perjanjian dagang ini dalam pertemuan di Istana Al-Salam, Jeddah. Kesepakatan ini mencakup enam negara anggota GCC: Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, Bahrain, dan Oman.
Pemerintah optimis bahwa penyelesaian perjanjian ini akan membuka peluang ekspor yang lebih luas bagi Indonesia ke pasar Teluk Arab, yang dikenal memiliki daya beli tinggi. Target akhir tahun 2026 ditetapkan sebagai batas akhir untuk mencapai kesepakatan yang diharapkan dapat meningkatkan nilai perdagangan bilateral.
Bagikan
Berita terkait
Jurnalisme, Indonesia, dan Investasi Publik
SINDOnews · 31 Agustus 2026 pukul 17.42
Mabuk Angka, Buta Kompetensi: Salah Ukur Talenta Digital di Era AI
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 17.36
Babak Pertama Indonesia vs Malaysia Berakhir 0-0, Garuda Muda Masih Buntu
SINDOnews · 31 Agustus 2026 pukul 17.20
KPK Dalami Dugaan Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa di Disdik Kabupaten Bogor
JPNN.com · 31 Agustus 2026 pukul 17.00