Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

RI Sepakat Ekspor Beras ke Malaysia 200 Ribu Ton Senilai Rp3,39 T

Indonesia menyepakati ekspor beras 200 ribu ton senilai Rp3,39 triliun ke Malaysia, dengan pengiriman dilakukan bertahap mulai pekan ini. Tahap awal sebanyak 1.000 ton akan dikirim ke Sarawak melalui perbatasan Entikong, Kalimantan Barat. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan kesepakatan ini dicapai setelah komunikasi dengan Menteri Pertanian Malaysia Datuk Seri Mohamad Sabu. Beras yang diekspor adalah beras premium dengan tingkat pecah 5 persen, dengan harga 3,9 ringgit Malaysia atau sekitar Rp17 ribu per kg. Kebutuhan Sarawak sendiri mencapai 200 ribu ton, sementara kebutuhan Malaysia secara keseluruhan 1,5-1,7 juta ton per tahun. Amran memastikan ekspor tidak akan mengganggu kebutuhan dalam negeri. Produksi beras hingga Oktober diperkirakan 30 juta ton, dengan stok tersedia (termasuk Bulog, Horeka, rumah tangga, dan standing crop) sekitar 25-26 juta ton. Dengan kebutuhan nasional 2,5-2,6 juta ton per bulan, stok diperkirakan cukup untuk 10 bulan. Stok beras pemerintah saat ini tercatat 5,2 juta ton, tergolong tinggi untuk periode Agustus. Pemerintah juga membidik peluang ekspor ke negara lain dengan target hingga 1 juta ton, termasuk penjajakan ke Singapura sebanyak 10 ribu ton. General Manager Padi dan Borneo Sdn Bhd, Jumaat bin Ibrahim, menyebut beras dari Indonesia akan memenuhi kebutuhan Sarawak selama satu tahun, dengan pengiriman 1.000 ton pertama sebagai tahap perkenalan beras Indonesia di pasar Malaysia.

Berita terkait