RI tegaskan strategi reformasi pro-pertumbuhan dalam G20 FMCBG di AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia menegaskan komitmennya terhadap strategi reformasi pro-pertumbuhan dalam G20 Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (FMCBG) di bawah Presidensi AS. Wakil Menteri Keuangan RI Juda Agung menekankan tiga pilar utama: reformasi struktural dan penyederhanaan regulasi, penguatan kerja sama internasional, serta pendorong inovasi dan pemanfaatan teknologi. Indonesia membagikan pengalamannya dalam penyederhanaan regulasi melalui UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) untuk menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif.
Di samping itu, Indonesia juga menekankan transformasi struktural melalui hilirisasi sumber daya alam dan pengembangan industri bernilai tambah tinggi. Pemerintah terus memperkuat tata kelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui penataan dan perampingan kelembangan guna meningkatkan efisiensi dan daya saing.
G20 juga membahas peran sektor swasta dalam mendorong investasi, inovasi, dan penciptaan lapangan kerja. Untuk pertama kalinya, G20 menghadirkan dialog langsung dengan pelaku usaha dari sektor kesehatan, manufaktur, dan jasa keuangan untuk mendapatkan perspektif mengenai faktor pendukung dan penghambat pertumbuhan, termasuk tantangan dalam pemanfaatan AI dan teknologi baru.
Bagikan
Berita terkait
Prabowo Ajak Swasta Operasikan Aset Milik BUMN
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 17.25
Prabowo Bakal Libatkan Swasta Garap Aset BUMN yang Belum Optimal
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 16.36
Investasi RI Melesat 6,67%, Ekonom Soroti Peran MBG dan KDMP
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 16.10
RI Butuh Rp8.705 T untuk Pembangunan di 2027, Lampaui Kemampuan APBN
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 10.15