RI Tolak Tawaran Utang IMF, Prabowo: Kita Tak Mau Banyak Pinjam Uang!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada pinjaman luar negeri. Dalam sambutannya di Penutupan Muktamar ke-35 NU, Prabowo menyatakan bahwa pemerintah telah menolak tawaran pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF) karena menilai Indonesia masih mampu mengelola keuangan negara tanpa perlu berutang tambahan. "Kita sekarang berusaha tidak ingin terlalu banyak meminjam uang dari luar, kalau ada ajakan investasi justru disambut," ujarnya. Jika terpaksa melakukan pinjaman, pemerintah akan melakukannya secara selektif dan mengutamakan pinjaman dengan bunga rendah. Prabowo menjelaskan bahwa pemerintah lebih memilih menarik investasi asing ke dalam negeri sebagai alternatif pembiayaan pembangunan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga turut membantu menegakkan kebijakan ini dengan menolak tawaran pinjaman dari IMF saat berada di Washington DC. "Kami kaget ketika ditawari pinjaman oleh IMF, namun kami menolaknya karena Indonesia masih kuat secara keuangan," cerita Prabowo. Untuk mendanai program pembangunan, pemerintah telah melakukan penghematan yang mencapai lebih dari Rp 200 triliun per tahun, bahkan mendekati Rp 300 triliun. Seluruh dana penghematan ini akan langsung dialokasikan untuk berbagai program yang memberdayakan masyarakat langsung.
Bagikan
Berita terkait
290 BUMN Rugi Ditutup, Prabowo: Kita Hemat Rp 50 Triliun!
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 11.50
Prabowo Ungkap Ratusan Triliun Hasil Penghematan Anggaran Dipakai Bantu Rakyat Miskin
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 06.27
Di Muktamar NU, Prabowo Sebut Korupsi Bikin Kekayaan RI Lari ke Luar Negeri, Klaim Hemat Ratusan Triliun
VOI · 27 Agustus 2026 pukul 19.15
Prabowo Sebut Bisa Hemat Ratusan Triliun, Digunakan Bantu Rakyat Paling Miskin
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 19.08