Jakarta · Selasa, 25 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Rial Iran Anjlok ke Rekor Terendah, Tembus IRR 2 Juta per Dolar AS

Mata uang Iran, rial, melemah ke level terendah sepanjang sejarah terhadap dolar AS, diperdagangkan di level IRR 1,992 juta per dolar AS pada Senin (24/8), dengan nilai sempat menembus level 2 juta per dolar AS menurut data situs pemantau Bonbast dan TGJU. Pelemahan ini terjadi seiring tekanan ekonomi AS yang intensif setelah perang hampir enam bulan, termasuk ancaman isolasi ekonomi, pemblokade pelabuhi Teluk Persia, dan penurunan ekspor minyak yang menjadi sumber devisa utama Iran. Gubernur Bank Sentral Iran Abdolnaser Hemmati mengonfirmasi bahwa ekspor minyak mentah Iran kini 'praktis telah berhenti'.

Tekanan terhadap perekonomian Iran semakin bertambah setelah Uni Emirat Arab (UEA) menangguhkan seluruh transaksi keuangan dengan Iran. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan Washington bertekad memutus seluruh jalur ekonomi yang menopang pemerintah Iran, dengan ancaman 'D-Day ekonomi' akan dimulai. Surat kabar ekonomi Iran Donya-e Eqtesad menyampaikan bahwa anjloknya rial dipicu oleh gangguan transfer valuta asing, penurunan ekspor, meningkatnya permintaan impor, dan ekspektasi inflasi yang naik.

Di tengah tekanan ini, Iran berupaya memperkuat kerja sama perdagangan dengan negara-negara seperti China, yang menjadi pembeli utama minyak Iran dan menolak tekanan ekonomi AS. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan Teheran akan lebih mengandalkan kelompok internasional seperti Shanghai Cooperation Organisation (SCO) dan BRICS untuk menghadapi tekanan AS, menilai bahwa struktur ini merupakan instrumen efektif untuk mematahkan monopoli kekuasaan dan mencapai tatanan internasional yang lebih adil.

Berita terkait