Jelang Sanksi Terberat AS, Rial Iran Anjlok ke Rekor Terlemah 1,98 Juta per USD
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rial Iran anjlok ke rekor terendah 1,98 juta per USD di pasar terbuka pada akhir pekan 2026, dipicu antisipasi sanksi ekonomi terberat AS yang akan diberlakukan 24 Agustus 2026. Pelemahan ini memperparah krisis ekonomi Iran yang sudah mengalami penurunan ekspor minyak, inflasi 87,9% pada bulan Tir, dan keterbatasan fiskal. Data Kpler menunjukkan ekspor minyak Iran turun dari 2 juta barel/hari pada musim semi menjadi hanya 287.000 barel/hari pada Agustus 2026, sementara impor China menyusut dari 1,4 juta barel/hari menjadi 534.000 barel/hari. Inflasi tahunan mencapai 87,9% dengan harga makanan naik 128,1%, sedangkan upah minimum Rp166 juta/bulan hanya setara USD87 berdasarkan nilai tukar pasar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 24 Agustus 2026 pukul 06.00
Saat Masyarakat Mulai Makan Tabungan untuk Bertahan
Detik.com · 23 Agustus 2026 pukul 19.08
Presiden Pezeshkian: Iran Sedang Perang Skala Penuh
Berita terkait
Ekonomi Iran Tak Runtuh meski Diinvasi AS, Ini 4 Rahasianya
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 04.40
Apa Saja Sanksi yang Dijatuhkan AS terhadap Iran sejak Perang Dimulai?
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 19.32
Jutaan Warga Argentina Tercekik Utang, Bunga Pinjaman hingga 1.000%
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 13.30
Bukan Roket atau Peluru, "Hantu" Ini Bisa Bikin Iran Runtuh dari Dalam
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 22.00