Rincian Proyek IKN Pakai Dana APBN Rp 48,8 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dana APBN untuk pembangunan IKN periode 2025-2029 mencapai Rp 48,8 triliun. Dana ini dialokasikan untuk tiga tahap utama: konektivitas, gedung legislatif dan yudikatif, serta hunian vertikal. Tahap pertama fokus pada peningkatan akses jalan 12,1 km di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1B dan 1C, penataan kawasan Sepaku, dan ruang terbuka hijau. Tahap kedua menargetkan pembangunan gedung lembaga legislatif dan yudikatif dengan progres rata-rata 13,6%, sementara tahap ketiga membangun hunian untuk ASN dan pejabat. Pembangunan IKN juga didukung oleh skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) senilai Rp 134,22 triliun dan investasi swasta sebesar Rp 74,54 triliun. Dana investasi swasta digunakan untuk hotel, rumah sakit, mal, dan fasilitas rekreasi. Beberapa perusahaan seperti PT Dejem Nusantara dari Dubai dan PT Starbright dari China telah memulai pengerjaan proyeknya, mulai dari pembangunan mal sebesar Rp 4 triliun hingga hunian vertikal.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 17.36
Otorita IKN Dapat Anggaran Rp 6,7 T pada 2027, Ini Target Pembangunannya
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 08.00
Pembangunan Kompleks Yudikatif di IKN Tembus 12 Persen, Target Rampung Desember 2027
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 02.00
Pak Bas Klaim Pendanaan Pembangunan IKN di Luar APBN Besarannya Rp208,76 Triliun
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 19.40
HUT ke-81 RI, Gubernur Luthfi Klaim Kemiskinan Jateng Turun Jadi 9,21 Persen
Berita terkait
Indonesia Butuh Investasi Rp8.705 Triliun di 2027, Wamenkeu Sebut APBN Tak Cukup
SINDOnews · 10 Agustus 2026 pukul 18.30
Kata-Kata Basuki Respons Pidato Prabowo Tak Sebut IKN, Ungkap Ini
CNBC Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 16.10
Prabowo Tak Singgung IKN saat Pidato RAPBN 2027, Basuki Buka Suara
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 12.04
Basuki Jawab soal IKN Tak Disebut dalam Pidato Prabowo
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 10.28