Suahasil Nazara Sebut APBN Bekerja Bak Titik Akupuntur
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/9348140/original/088888500_1789384002-SKW_0794.jpg)
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan APBN 2026 dengan total Rp 3.842 triliun akan diarahkan sebagai 'titik akupuntur' ekonomi. Dengan PDB diperkirakan Rp 25.000 triliun, belanja negara hanya 15,4% ekonomi, sehingga harus ditempatkan strategis untuk memicu konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor. Konsep ini menekankan pemilihan titik belanja yang tepat agar dampaknya menyebar ke seluruh ekosistem ekonomi. Pemerintah fokus pada enam sektor prioritas: infrastruktur digital, hilirisasi sumber daya alam, manufaktur bernilai tambah tinggi, industri hulu strategis, ketahanin pangan, dan energi terbarukan. Untuk mendukung, diperlukan peningkatan kualitas SDM, produktivitas, infrastruktur dasar, konektivitas, regulasi stabil, dan stabilitas makro ekonomi. Pada semester I 2026, pertumbuhan investasi mencapai 6,87% dengan target 7%+ pada 2027. Pendapatan negara mencapai 65,2% target, belanja 59,7%, defisit Rp 240,1 triliun (0,93% PDB). Pemerintah mempercepat belanja sejak Agustus 2026 dengan memastikan efisiensi dan berdaya guna. Danantara digabungkan sebagai investment catalyst untuk memperkuat sinergi APBN dengan sektor swasta.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 21.53
Suahasil Bongkar Jurus Racik APBN demi Kejar Pertumbuhan 6%
ANTARA News · 23 September 2026 pukul 18.52
Menkeu Suahasil siapkan APBN untuk dorong investasi
kumparan · 23 September 2026 pukul 14.30
Menkeu Suahasil Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen pada 2027
Detik.com · 24 September 2026 pukul 16.50
Seharian di Zona Merah, IHSG Ditutup Melemah 1,2%
Berita terkait
Indonesia Butuh Investasi Rp8.705 Triliun di 2027, Wamenkeu Sebut APBN Tak Cukup
SINDOnews · 10 Agustus 2026 pukul 18.30
Airlangga Beberkan 3 Syarat Capai Pertumbuhan Ekonomi 8%
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 20.05
APBN Agustus Defisit Rp 240,1 Triliiun, Suahasil Sebut Masih On The Track
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 16.21
Penerimaan Pajak per Agustus 2026 Capai Rp1.409 Triliun, Menkeu: Sejalan Aktivitas Ekonomi
SINDOnews · 18 September 2026 pukul 11.32