Jakarta · Jumat, 25 September 2026Cari
WargaKonoha

Suahasil Nazara Sebut APBN Bekerja Bak Titik Akupuntur

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan APBN 2026 dengan total Rp 3.842 triliun akan diarahkan sebagai 'titik akupuntur' ekonomi. Dengan PDB diperkirakan Rp 25.000 triliun, belanja negara hanya 15,4% ekonomi, sehingga harus ditempatkan strategis untuk memicu konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor. Konsep ini menekankan pemilihan titik belanja yang tepat agar dampaknya menyebar ke seluruh ekosistem ekonomi. Pemerintah fokus pada enam sektor prioritas: infrastruktur digital, hilirisasi sumber daya alam, manufaktur bernilai tambah tinggi, industri hulu strategis, ketahanin pangan, dan energi terbarukan. Untuk mendukung, diperlukan peningkatan kualitas SDM, produktivitas, infrastruktur dasar, konektivitas, regulasi stabil, dan stabilitas makro ekonomi. Pada semester I 2026, pertumbuhan investasi mencapai 6,87% dengan target 7%+ pada 2027. Pendapatan negara mencapai 65,2% target, belanja 59,7%, defisit Rp 240,1 triliun (0,93% PDB). Pemerintah mempercepat belanja sejak Agustus 2026 dengan memastikan efisiensi dan berdaya guna. Danantara digabungkan sebagai investment catalyst untuk memperkuat sinergi APBN dengan sektor swasta.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait