Risiko AI Meningkat, Bank Indonesia Perkuat Keamanan Sistem Keuangan Digital
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyampaikan bahwa pesatnya adopsi kecerdasan buatan (AI) dan otomasasi dalam sistem keuangan digital berdampak pada peningkatan risiko kejahatan siber, penyalahgunaan data, penipuan, dan scam. Dalam acara Fekdi x IFSE 2026 di Jakarta pada Kamis (24/9), ia menekankan pentingnya penguatan keamanan siber yang lebih kokoh untuk menyeimbangkan perkembangan teknologi keuangan yang semakin cepat. Menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), potensi kerugian akibat serangan siber di Indonesia diperkirakan mencapai USD 6,2 miliar (Rp 11,09 triliun) pada 2026. BI berkomitmen untuk memastikan ekosistem keuangan digital tetap aman dan andal di tengah transformasi digital yang dinamis. Penguatan regulasi dan kolaborasi antar lembaga keuangan juga diperlukan untuk mitigasi risiko yang ditimbulkan oleh teknologi baru seperti AI.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 24 September 2026 pukul 14.12
Agen OpenAI Retas Situs Pemerintah Australia, Perdana Menteri Cemas
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 13.45
Kredit Bank Tumbuh, Pembiayaan Daring Melonjak 7 Kali Lipat
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 09.10
Agen AI OpenAI Bobol Portal Data Kesehatan Pemerintah Australia
Detik.com · 24 September 2026 pukul 08.11
OpenAI Retas Berkas Publik-Non Publik Pemerintah Australia, Albanese Selidiki
Berita terkait
Tantangan dan Kesiapan SDM Menuju Transformasi Digital di Indonesia
Liputan6.com · 22 September 2026 pukul 08.00
AI Diam-Diam Ajari Penerusnya Cara Menipu Manusia
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 13.00
Waspada, Ada 6 Perilaku AI yang Tak Terduga
JawaPos · 18 September 2026 pukul 11.00
Bank Indonesia Dorong Kolaborasi Lintas Negara Perkuat Pelindungan Konsumen Digital
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 20.20