Jakarta · Rabu, 9 September 2026Cari
WargaKonoha

Rocky Gerung Pernah Masuk Bursa Kabinet, Kini Melempem ke Prabowo

Dede Budhyarto, mantan Komisaris Independen PT Pelni, menyatakan bahwa pengamat politik Rocky Gerung pernah masuk bursa kabinet sejak Pilpres 2019. Menurutnya, sikap Rocky yang dinilai lembek terhadap Presiden Prabowo Subianto namun tajam terhadap Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) sudah konsisten selama 10 tahun. Dede menilai publik tidak perlu heran dengan sikap Rocky saat ini, karena ia bukan pengkritik kekuasaan secara umum, tetapi konsisten anti-Jokowi dan keluarganya. Ia juga menyatakan wajar jika Rocky terlihat melempem saat ini, mungkin karena sudah capek berada di luar kekuasaan dan bertambahnya usia.

Rocky Gerung dikenal sangat mengkritik keras Jokowi terkait proyek-proyek seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan beban utang Kereta Cepat Whoosh. Ia menegaskan tidak bisa mengkritik Prabowo dengan cara yang sama, karena beban kesalahan dari proyek-proyek tersebut pada dasarnya dirancang di era Jokowi. Kritik terkait akar masalah proyek IKN dan utang Whoosh dialamatkan kepada Jokowi.

Namun, Rocky menegaskan tetap akan mengkritik Prabowo jika anggaran negara terus dihamburkan untuk melanjutkan kebijakan bermasalah tersebut. Ia menyatakan komitmennya untuk tetap mengawasi penggunaan anggaran negara, meskipun secara konsisten lebih mengkritik Jokowi dibandingkan Prabowo.

Berita terkait