RSUP Sardjito Hemat Biaya Energi 75% Berkat Gas Bumi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta mencatatkan penghematan biaya energi hingga 75% setelah beralih dari biosolar ke gas bumi untuk operasional boiler. Sebelumnya, rumah sakit mengonsumsi rata-rata 1.000 liter biosolar per hari. Gas bumi kini digunakan untuk menggerakkan boiler yang menghasilkan uap, yang dipakai untuk kebutuhan Gizi, CSSD, dan laundry. Selain itu, gas bumi juga menggantikan LPG untuk keperluan memasak di dapur rumah sakit.
Pasokan gas bumi dilakukan melalui jaringan pipa setelah melalui fasilitas PGN dengan skema CNG clustering, karena wilayah Yogyakarta belum terhubung langsung ke jaringan pipa gas bumi utama. Menurut Arismantoro, teknisi IPSRS, penggunaan gas bumi lebih ekonomis dibandingkan LPG dan biosolar yang sebelumnya digunakan. Emisi dari boiler juga menjadi lebih baik, khususnya untuk CO, setelah beralih ke gas bumi.
Operasional pasokan gas bumi sejauh ini berjalan tanpa kendala signifikan. Rumah sakit tetap menyimpan bahan bakar cair sebagai cadangan untuk situasi darurat. Perubahan ini didorong oleh kebutuhan meningkatkan efisiensi operasional dan mengikuti kebijakan pemerintah terkait penggunaan energi.
Bagikan
Berita terkait
PGN Tunjukkan Efisiensi Gas Bumi dari Transportasi-Bisnis di City Gas Tour 2026
kumparan · 7 September 2026 pukul 11.18
PGN Perluas Jargas Sleman, Ribuan Rumah hingga Pelaku Usaha Nikmati Efisiensi
JPNN.com · 22 Agustus 2026 pukul 10.28
Pakai Gas Bumi, Operasional RSUP Dr. Sardjito Lebih Ramah Lingkungan
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 19.40
Rencana BLU Sektor Energi Dinilai Rawan, Pengamat Ingatkan Risiko Gangguan Listrik
JawaPos · 22 September 2026 pukul 18.15