RUIS Kurangi Ketergantungan Migas, Geotermal Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) mulai memperkuat bisnis di sektor geotermal dan energi nonmigas sebagai strategi diversifikasi untuk mengurangi ketergantungan pada sektor minyak dan gas. Hingga semester I 2026, kontribusi migas masih mendominasi 92,3% dari 321 kontrak aktif bernilai Rp5,04 triliun. Direktur RUIS, Soeharto Nurcahyono, menyatakan migas tetap menjadi core market, namun perusahaan mengembangkan portofolio ke geotermal, petrokimia, industri, power and electricity, serta energi terbarukan seperti solar PV berkapasitas 13 MW. RUIS bersikap selektif dalam tender dengan mempertimbangkan nilai, kualitas, durasi, dan profitabilitas. Meski nilai new contract wins turun 2,59% tahunan, jumlah proyek baru meningkat 12,96% dengan 305 proyek bernilai Rp1,28 triliun. Tujuannya adalah membangun portofolio yang seimbang dan lebih resilien menghadapi perubahan industri energi.
Bagikan
Berita terkait
Pertamina Targetkan Semua Bensin Berbasis Etanol 2 Tahun Lagi
Detik.com · 11 September 2026 pukul 14.40
Djarum Berkomitmen Ikut Membangun Ekonomi Indonesia untuk Jangka Panjang
kumparan · 11 September 2026 pukul 14.21
Negara Kuat Bukan Lagi yang Punya Minyak-Batu Bara Cs, Tapi Ini..
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 10.20
Energi yang Menghidupkan Desa: Kisah Warga Bondan Mengubah Cahaya Menjadi Harapan
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 09.00