Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp18.000 Lagi

Rupiah dibuka melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa (4/8/2026), kembali menyentuh level psikologis Rp18.000/US$. Berdasarkan data Refinitiv, rupiah terdepresiasi 0,11% ke Rp18.000/US$, setelah sebelumnya ditutup menguat 0,06% ke Rp17.980/US$ pada Senin (3/8/2026). Indeks dolar AS (DXY) juga menguat 0,11% ke posisi 100,001, kembali bergerak di atas level 100 setelah sempat berada di titik terendah dalam satu setengah bulan.

Penguatan dolar terjadi setelah pelaku pasar menilai aksi jual pasca pengumuman The Fed yang mempertahankan suku bunga terlalu berlebihan. Meski The Fed menahan suku bunga, pasar memperkirakan kenaikan sekitar 35 basis poin hingga Desember 2026. Pelaku pasar menantikan laporan ketenagakerjaan AS periode Juli yang akan dirilis Jumat sebagai petunjuk waktu kenaikan suku bunga berikutnya.

Bank Indonesia (BI) menegaskan stabilitas rupiah terus dijaga. Pejabat Sementara Gubernur BI Destry Damayanti menyebut rupiah menguat ke Rp17.994/US$ pada 31 Juli 2026 setelah sempat melemah sejak pertengahan Juni, didukung masuknya modal asing melalui SBN dan SRBI. BI mempertahankan BI Rate di 5,75% dan terus melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga rupiah dari gejolak berlebihan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait