Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Rupiah Hari Ini Menguat ke 17.933 per Dolar AS, Ekonomi Indonesia jadi Penopang

Nilai tukar rupiah menguat ke Rp 17.933 per dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu (5/8/2026), didorong oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2026 yang melampaui ekspektasi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan PDB sebesar 5,29% year-on-year, melebihi perkiraan pasar sebesar 5,1%. PDB atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp 6.552,1 triliun, sementara PDB ADHK mencapai Rp 3.576,2 triliun, naik dari Rp 3.396,6 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kurs JISDOR Bank Indonesia juga menguat ke Rp 17.937 per dolar AS. Analis menilai penguatan ini terutama dipengaruhi oleh faktor domestik, meski tekanan eksternal masih ada akibat ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan penantian data Nonfarm Payrolls AS.

Di sisi lain, tren penurunan harga minyak global dan prospek pembukaan Selat Hormuz menjadi sorotan pasar. Presiden AS Donald Trump menyatakan kesepakatan sementara dengan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, namun klaim ini dibantah pejabat Iran. Penurunan harga minyak diperkirakan menekan inflasi jangka pendek dan mengurangi peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Dalam jangka pendek, rupiah diproyeksikan bergerak pada kisaran Rp 17.950-Rp 18.100 per dolar AS. Ke depan, arah mata uang ini akan dipengaruhi oleh rilis PDB Indonesia dan data ketenagakerjaan AS. Jika pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat dan tekanan inflasi domestik terkendali, rupiah berpotensi menguat lebih lanjut.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait