Jakarta · Jumat, 2 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp17.925

Rupiah dibuka menguat 0,08% di Rp17.925 per dolar AS pada Jumat (2/10/2026), setelasi dari penutupan sebelumnya di Rp17.940. Penguatan ini terjadi meski tekanan dari aset dolar AS yang didukung oleh lonjakan yield obligasi pemerintah AS. Indeks dolar AS (DXY) berada di 102,107, sementara yield US Treasury 10 tahun mencapai 5,34% sebelum turun ke 5,26%, tertinggi sejak 2002. Di pasar domestik, yield SBN 10 tahun naik 5,3 basis poin ke 7,159%, mencerminkan pelemahan harga. Pasar juga memantau sentimen dari reshuffle kabinet, data manufaktur, inflasi, dan neraca perdagangan Indonesia.

Tekanan eksternal datang dari kenaikan yield obligasi AS yang meningkatkan daya tarik dolar, sekaligus data ekonomi AS yang akan dirilis minggu ini seperti klaim pengangguran, ISM Manufacturing, dan non-farm payrolls. Konflik di Timur Tengah juga menjadi sorotan pasar, setelah harga minyak dunia melonjak lebih dari US$4 per barel. Lonjakan ini dipicu kekhawatiran pasokan akibat laporan penambahan pasukan AS ke Timur Tengah dan China yang menghentikan ekspor produk minyak di luar Hong Kong dan Makau. Rusia juga melarang ekspor diesel hingga Oktober, memperketat pasokan global.

Pasokan bahan bakar global semakin khawatirkan jika konflik Timur Tengah kembali memanas. Pasar menantikan penguatan data ekonomi AS dan reaksi The Fed terhadap inflasi dan pertumbuhan sebelum menilapi arah selanjutnya rupiah dan dolar AS.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait