Rupiah Melemah ke 17.966 Setelah Rilis Inflasi September 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/1954437/original/003823600_1519994760-20180302-Dolar-AY1.jpg)
Nilai tukar rupiah melemah menjadi 17.966 per dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis (1/10/2026), turun 72 poin atau 0,40% dari posisi sebelumnya 17.894. Pelemahan ini dipicu oleh rilis data inflasi Indonesia September 2026 yang mencapai 3,28% (yoy), mendekati batas atas target Bank Indonesia. Kurs JISDOR juga ikut melemah ke level 17.937 per dolar AS.
Tekanan tambahan berasal dari sentimen global, termasuk kenaikan yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun ke 5,3% akibat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Selain itu, data ketahanan pasar tenaga kerja AS melalui ADP Employment Change yang naik menjadi 90 ribu turut meningkatkan permintaan dolar AS. Meski demikian, komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas kurs memberikan dukungan bagi kepercayaan investor.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 1 Oktober 2026 pukul 15.30
Rupiah melemah dipengaruhi pengumuman inflasi Indonesia
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 15.12
Rupiah Ditutup Melemah 0,39%, Dolar AS Tembus Rp17.940
ANTARA News · 1 Oktober 2026 pukul 11.07
Pergerakan rupiah dipengaruhi ADP Employment Change AS yang meningkat
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 09.15
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.885
Berita terkait
Rupiah Kian Dekati Rp18.000, Harga Minyak dan Geopolitik Jadi Sorotan
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 15.30
Rupiah Kembali Melemah Tertekan Data Tenaga Kerja AS
Liputan6.com · 1 Oktober 2026 pukul 12.21
Oktober 2026 Dibuka Dengan Potensi Rupiah Melemah Meski APBN Solid
JawaPos · 1 Oktober 2026 pukul 06.45
Rupiah Lepas dari Bayang-Bayang 18.000 per Dolar AS, Ada Intervensi BI
Liputan6.com · 30 September 2026 pukul 19.00