Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp 17.960 per USD, Imbas Fluktuasi Stok BBM
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rupiah diproyeksikan melemah ke level Rp 17.960 per USD pada perdagangan Selasa (6/10), setelah melemah 35 poin menjadi Rp 17.917 pada Senin (5/10). Penyebab utama adalah fluktuasi pasokan BBM nasional akibat konflik Timur Tengah yang menghilangkan 25 persen sumber impor bahan bakar. Pemerintah dan PT Pertamina melakukan pencarian langsung (hunting) ke negara dengan stok BBM berlebih, menggantikan mekanisme lelang yang mengalami minim peserta. Strategi ini berpotensi menaikkan harga pembelian BBM. Pengamat Ibrahim Assuaibi menyatakan rupiah akan fluktuatif di rentang Rp 17.910-Rp 17.960.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 6 Oktober 2026 pukul 09.19
Awal Perdagangan, Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Rp17.914 per USD
Liputan6.com · 5 Oktober 2026 pukul 16.47
Perbandingan Harga BBM dan Avtur Indonesia dengan 12 Negara Lain, Masih Termurah
CNBC Indonesia · 5 Oktober 2026 pukul 14.40
Sempat Kehilangan 25% Impor BBM, Ini Cara RI Amankan Stok Nasional
CNBC Indonesia · 7 Oktober 2026 pukul 08.15
Resmi! Daftar Harga BBM di Seluruh SPBU RI, Berlaku 7 Oktober 2026
Berita terkait
Harga BBM Pertamax Cs Oktober 2026 Kompak Ditahan, Ini Kata Wamen ESDM
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 13.40
Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.947 Jelang Akhir Pekan Ini
CNN Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 09.35
Harga BBM Resmi di SPBU Pertamina, Shell-BP dan Vivo per 1 Oktober 2026
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 08.35
Resmi! Tidak Ada Kenaikan Harga BBM Subsidi dan Non Subsidi per 1 Oktober 2026
JawaPos · 1 Oktober 2026 pukul 07.00