Awal Perdagangan, Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Rp17.914 per USD
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rupiah dibuka menguat tipis 0,02% ke level Rp17.914 per dolar AS pada Selasa (6/10/2026). Penguatan ini terjadi di tengah tantangan pasokan energi nasional akibat konflik Timur Tengah yang menyebabkan Indonesia kehilangan sekitar 25% sumber impor bahan bakar.
Untuk menjaga ketahanan stok BBM nasional pada level 18–20 hari, pemerintah dan Pertamina beralih dari mekanisme lelang ke pencarian pasokan langsung dari negara dengan stok berlebih. Meskipun berpotensi meningkatkan harga pengadaan, langkah ini diambil guna memastikan ketersediaan BBM dan menjaga stabilitas harga BBM subsidi seperti solar dan bensin.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 6 Oktober 2026 pukul 07.30
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp 17.960 per USD, Imbas Fluktuasi Stok BBM
JawaPos · 6 Oktober 2026 pukul 11.45
Menperin Sarmuji Ungkap Risiko Izin Impor Terbuka bagi Industri Dalam Negeri
CNN Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 09.35
Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Rp17.916 per Dolar AS Selasa Pagi
kumparan · 6 Oktober 2026 pukul 09.04
IHSG Dibuka Menguat 0,33 Persen, Rupiah Melemah di Rp 17.902 per Dolar AS
Berita terkait
Bahaya Rupiah Tembus Rp18 Ribu Mengintai Kantong Masyarakat
CNN Indonesia · 30 September 2026 pukul 07.20
Rupiah Meroket Efek Kebijakan BBM Pemerintah
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 17.50
Pengakuan Bos Ritel: Harga Barang Sudah Naik 5-10% Akibat Dolar Tinggi
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 18.55
Mendekati Akhir Tahun, Stok BBM RI Dipastikan Aman Hingga 20 Hari
CNBC Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 08.50