Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Rupiah Ditutup Melemah, Dolar AS Naik Jadi Rp17.705

Nilai tukar rupiah berbalik melemah 0,17% atau setara Rp17.715 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin (24/8/2026), mengakhiri tiga hari penguatan sebelumnya. Mata uang Garuda sempat dibuka menguat 0,03% ke Rp17.680, namun berbalik melemah hingga 25 poin hingga penutupan. Penguatan dolar AS yang ditunjukkan oleh indeks DXY naik 0,17% ke 98.969 menjadi pendorong utama pelemahan rupiah. Data aktivitas jasa AS yang tumbuh kuat serta tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS masih di level tertinggi beberapa dekade memberi dukungan kuat bagi greenback.

Pasar menantikan kebijakan baru dari Departemen Keuangan AS terkait buyback obligasi jangka panjang yang dapat memengaruhi yield dan tekanan dolar. Selain itu, sanksi baru AS terhadap Iran dan pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole menjadi sorotan untuk mencari petunjuk arah suku bensa AS.

Di sisi lain, defisit transaksi berjalan Indonesia meluas signifikan pada kuartal II-2026 mencapai US$12,49 miliar, melonjak dari US$3,58 miliar kuartal sebelumnya. Kepala Ekonom Bank Danamon Irman Faiz menyatakan bahwa pelebaran defisit ini meningkatkan ketergantungan Indonesia pada aliran dana asing, mempersempit ruang penguatan rupiah. Ia memproyeksikan level USD/IDR akhir tahun berada di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.150, dengan Rp18.000 masih termasuk dalam rentang fundamental.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait