Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Rupiah Ditutup Melesat 0,48%, Dolar AS Turun ke Rp17.740

Nilai tukar rupiah ditutup perkasa melawan dolar AS pada Kamis (20/8/2026), terapresiasi 0,48% ke posisi Rp17.740 per dolar AS. Penguatan ini merupakan lanjutan dari hari sebelumnya, ketika rupiah sudah menguat 0,14% ke Rp17.825. Kenaikan ini didorong oleh pelemahan indeks dolar AS (DXY) yang turun 0,08% ke 98,760, melanjutkan koreksi sebelumnya yang lebih dalam sebesar 0,83%.

Pelemahan dolar AS terjadi setelah Departemen Keuangan AS mengumulkan rencana untuk menggandakan operasi pembelian kembali obligasi berjangka panjang guna meredakan tekanan pasar. Langkah ini sebagai respons terhadap lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS 30 tahun yang mencapai 5,337%, tertinggi sejak 2007. Setelah pengumuman kebijakan ini, imbal hasil turun ke sekitar 5,184%, yang mengurangi daya tarik aset dolar dan memberi ruang bagi mata uang negara berkembang seperti rupiah untuk menguat.

Meskipun rupiah menguat, pasar tetap waspada terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed jika inflasi belum kembali ke target 2%. Di sisi lain, Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di 5,75%, memberikan sinyal kebijakan moneter yang konsisten. Gubernur sementara BI Destry Damayanti menyatakan bahwa rupiah diperkirakan tetap stabil di masa depan seiring optimalisasi instrumen stabilisasi BI.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait